Setiap hari usai salat Subuh, para santri di Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al Ibrohimi memiliki rutinitas istimewa yang telah menjadi tradisi rutin membaca surat Yasin dan Al-Waqiah bersama-sama. Kegiatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat spiritualitas sejak pagi hari.
Dengan dipandu oleh pengurus pendidikan, para santri duduk rapi di dalam mushola setelah membaca aurod, doa dilanjut melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan khusyuk. Kegiatan ini biasanya dimulai sekitar pukul 04.30 pagi, setelah sholat Subuh berjamaah, dan berlangsung selama kurang lebih 30 hingga 40 menit.
Gus Yazid menjelaskan bahwa pembacaan Yasin dan Al-Waqiah ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi para santri. “Surat Yasin dikenal sebagai jantung Al-Qur’an dan memiliki keutamaan besar, sementara surat Al Waqiah dapat mendatangkan keberkahan yang besar, seperti melapangkan rezeki bagi siapapun yang membacanya. Kami ingin membiasakan santri untuk memulai hari dengan Al-Qur’an, agar hati mereka selalu terjaga,” ujar beliau.
Tradisi ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di pondok. Selain menanamkan nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini melatih kedisiplinan, kekhusyukan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Salah satu santri, mengaku merasakan perubahan positif sejak rutin mengikuti kegiatan ini. “Awalnya berat bangun pagi, tapi sekarang terasa ringan. Setelah baca Yasin dan Al Waqi’ah hati rasanya lebih tenang dan semangat belajar pun meningkat,” katanya.
Dengan menjaga tradisi ini, Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al Ibrohimi berharap para santri tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.