Dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan, para santri Pondok Pesantren Al Ibrohimi kembali menghidupkan malam dengan pembacaan Ratib Al-Haddad di sepertiga malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas spiritual yang dijalankan secara istiqamah untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dimulai sekitar pukul 03.30 dini hari. Dengan lantunan suara yang syahdu dan penuh penghayatan, mereka membaca wirid-wirid dalam Ratib Al-Haddad, karya ulama besar Syeikh Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Dzikir ini dikenal luas karena keutamaannya dalam menjaga hati, mengusir kegelisahan, dan menenangkan jiwa.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Ibrohimi, KH. Moh. Zainur Rosyid Chusnan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas rutinitas, tetapi bagian dari pendidikan ruhani yang menanamkan kecintaan terhadap ibadah malam.
“Ratib Al-Haddad ini mengandung wirid-wirid pilihan dari Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW. Dengan membacanya di waktu yang mustajab, yakni sepertiga malam, para santri diajarkan untuk meraih keberkahan dan kemuliaan ruhani,” tutur beliau.
Kegiatan pembacaan Ratib ini juga menjadi sarana untuk membentuk karakter santri yang istiqamah, disiplin, dan cinta terhadap amalan para salafus shalih. Tidak hanya itu, para santri juga diajak untuk merefleksikan nilai-nilai keikhlasan dan kesabaran dalam menjalani proses menuntut ilmu.
Dengan pencahayaan lampu dan suasana malam yang hening, pembacaan Ratib Al-Haddad di Pondok Al Ibrohimi menjadi pemandangan yang menyentuh hati. Momen ini tak hanya menyejukkan jiwa, tapi juga menjadi pengingat akan pentingnya membangun hubungan yang dekat dengan Sang Pencipta di tengah hiruk pikuk dunia.