Hidup ini ibarat seorang musafir. Ia hanya singgah sebentar di sebuah tempat yang bukan rumah sejatinya.
Sebagaimana seorang pengembara yang menyewa rumah, tentu ia tidak akan memboroskan harta untuk menghiasinya secara berlebihan. Karena ia tahu, tempat itu hanya sementara.
Begitulah seorang mukmin yang cerdas. Ia menyederhanakan urusan dunia yang tidak terlalu urgen. Tidak larut dalam pernak-pernik dunia yang fana, melainkan cukup mengambil apa yang bermanfaat.
Semua sekadar penopang menuju perjalanan panjang ke negeri abadi—kampung akhirat.
Maka jangan berlebihan.
Ambillah yang wajar, yang membuat tubuh sehat, hati lapang, dan iman bertambah.
Jadikan dunia sebagai ladang, bukan tujuan. Sebab dunia ini akan sirna, sementara akhirat kekal selamanya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau seorang musafir.”(H.R. Bukhari).
Maka siapa yang mengejar akhirat, niscaya dunia terasa remeh baginya. Hatinya pun tidak akan gundah hanya karena perkara dunia.
Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita hidayah, rahmat, serta menerima amal-amal yang kita persembahkan kepada-Nya.
Share By : Alibrohimi Alibrohimi.