+62 821-4183-1949
admin@alibrohimi.my.id
Kamis: Ayo Jadilah Pribadi yang Optimis
Kamis: Ayo Jadilah Pribadi yang Optimis
Thu, 9 October 2025
Penulis : Admin
IMG-20250801-WA0025

Tataplah kehidupan dengan senyum manis. Manusia sejati bukanlah yang tidak pernah jatuh, tetapi yang mampu menemukan Allah di setiap kejatuhannya. Peristiwa diturunkannya Ādam dari surga bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan juga peristiwa pendidikan ruhani pertama dalam sejarah manusia.Nabi Ādam mengalami ujian besar: jatuh karena tergoda, kehilangan surga, namun kemudian bangkit dengan sabar, syukur, dan taubat. Ketiga nilai ini menjadi inti kehidupan beragama dan pilar pembentukan kepribadian seorang mukmin.Kehidupan Ādam di bumi adalah laboratorium syukur. Dari kehilangan, ia belajar menghargai; dari keterpisahan, ia belajar rindu kepada Tuhan.

قالَ رَسُولُ اللهِ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ):إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حِينَ أَهْبَطَ آدَمَ – صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِ – عَلَى الْأَرْضِ، أَمَرَ أَنْ يَحْرُثَ بِيَدِهِ، فَيَأْكُلَ مِنْ كَدِّهِ بَعْدَ الْجَنَّةِ وَنَعِيمِهَا، فَلَبِثَ يَجُولُ وَيَبْكِي عَلَى الْجَنَّةِ مِائَتَيْ سَنَةٍ، ثُمَّ إِنَّهُ سَجَدَ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفَعْ رَأْسَهُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بِلَيَالِيهَا، ثُمَّ قَالَ: يَا رَبِّ أَلَمْ تَخْلُقْنِي بِيَدَيْكَ؟قَالَ اللهُ : قَدْ فَعَلْتُ، فَهَلْ صَبَرْتَ أَوْشَكَرْتَ؟ قَالَ آدَمُ: لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ، إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي، أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. فَرَحِمَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بُكَاءَهُ، فَتَابَ عَلَيْهِ، إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.

Rasulullah (ṣallallāhu ‘alayhi wa ālih) bersabda: “Sesungguhnya Allah Tabāraka wa Ta‘ālā, ketika menurunkan Nabi Ādam – semoga salawat Allah tercurah kepadanya – ke bumi, memerintahkannya agar membajak tanah dengan tangannya sendiri, supaya ia makan dari hasil jerih payahnya setelah sebelumnya hidup di surga penuh kenikmatan.

Maka Ādam pun berkeliling dan menangisi surga selama dua ratus tahun. Kemudian ia bersujud kepada Allah dan tidak mengangkat kepalanya selama tiga hari tiga malam.

Lalu ia berkata: “Wahai Tuhanku, bukankah Engkau telah menciptakanku dengan kedua tangan-Mu?

Allah berfirman: “Benar, Aku telah melakukannya. Tetapi apakah engkau telah bersabar atau bersyukur?”

Maka Ādam berkata: “Lā ilāha illā anta subḥānaka innī ẓalamtu nafsī faghfir lī anta al-ghafūr al-raḥīm” (Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).”

Maka Allah Tabāraka wa Ta‘ālā mengasihani tangisannya dan menerima taubatnya, sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Share : By Alibrohimi

Jangan lupa istighfar…!🌞🌻💓💐

Kalam Masyayikh

Artikel Lainnya

Santri Al Ibrohimi Hidupkan...
Dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan, para santri Pondok Pesantren Al Ibrohimi kembali menghidupkan malam dengan pembacaan Ratib Al-Haddad di...
Sat, 11 October 2025 | 2:18
Santri Pondok Pesantren Ushulul...
Suasana khusyuk terasa setiap Jum’at sore di Pondok Pesantren Al Ibrohimi, ketika para santri secara rutin melantunkan bacaan Hizib Nahdzhotil...
Sat, 11 October 2025 | 2:14
Santri Pondok Pesantren Ushulul...
Pondok Pesantren Al Ibrohimi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Setiap hari Jum’at, para santri...
Sat, 11 October 2025 | 2:07
SEDERHANAKAN URUSAN DUNIAMU
Hidup ini ibarat seorang musafir. Ia hanya singgah sebentar di sebuah tempat yang bukan rumah sejatinya. Sebagaimana seorang pengembara yang...
Fri, 10 October 2025 | 10:14